Nasaruddin Umar menyebut persoalan yang dapat dibahas melalui forum tersebut mencakup konflik kemanusiaan, kerusakan lingkungan, hingga perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam konteks itu, ia menilai peran imam menjadi penting dalam memberikan arah dan pandangan kepada masyarakat.

β€œSemua negara itu adalah representasi daripada imam-imam yang terkenal di tempatnya. Apa yang kita akan gagas dalam konferensi ini. Pertama kita akan menjadikan masjid rumah ibadah ini sebagai meeting point untuk berbagai macam pihak dan kelompok,” ujar Menag.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta mengatakan konferensi tersebut diarahkan untuk merumuskan narasi keagamaan bersama dalam merespons berbagai persoalan global.

β€œTujuannya adalah untuk merumuskan satu narasi keagamaan yang bertujuan untuk merespons situasi global kita yang saat ini dipenuhi dengan konflik, perang, juga penuh dengan bencana alam,” ujar Anis.