NADIKABAR.COM — Sistem kendali suhu lemari pendingin di sejumlah pasar swalayan di Jerman menjadi korban terbaru serangan siber berskala besar di tengah gelombang serangan serupa yang dilaporkan terjadi di sejumlah negara Eropa.

Menurut laporan surat kabar Bild, Selasa, peretasan yang terjadi di sejumlah negara bagian di Jerman itu memaksa pengelola pasar swalayan membuang berton-ton makanan yang rusak.

Kejadian tersebut menjadi bagian dari serangan siber berskala besar yang berdampak pada sistem kendali suhu lemari pendingin di sejumlah titik di Eropa sejak Senin.

Dalam aksinya, peretas mengaktifkan mode mencair (defrost) pada lemari pendingin dan kulkas pada puluhan toko di Prancis, Belgia, Swedia, Belanda, dan Irlandia, sehingga mengakibatkan kerugian ratusan ribu euro karena produk makanan yang rusak, menurut laporan media.

Menurut surat kabar tersebut, salah satu pasar swalayan di Reisback, Bavaria Hilir, melaporkan suhu lemari pendingin di lokasi mereka naik menjadi 50 derajat Celsius akibat diretas.

Para ahli dari satuan reserse kriminal yang bertanggung jawab atas kasus kejahatan siber telah diterjunkan penyelidikan peristiwa tersebut.

Temuan awal mendapati serangan tersebut mengincar model atau perangkat pendingin versi lama yang tidak lagi mendapat bantuan teknis atau pembaruan keamanan dari produsennya.

Sementara itu, jumlah total pusat perbelanjaan yang terdampak peretasan serta skala kerusakan yang ditimbulkannya masih diteliti lebih lanjut.

Penerjemah: Nabil Ihsan