Dia mengatakan bangsa Indonesia harus belajar dari sejarah. Hal itu, agar tidak ada yang melihat kelemahan dan kekurangan bangsa.

"Saya berharap dari generasi penerus, dari ustaz-ustaz, dari ulama-ulama untuk bisa membangunkan keberanian untuk belajar dari kelemahan-kelemahan kita sendiri, kekurangan-kekurangan kita sendiri," ujarnya.

"Kita pernah dijajah oleh bangsa lain. Itu kenyataan yang pahit. Ya, bapak-bapak kita, eyang-eyang kita, kakek-kakek kita, ya, pendahulu-pendahulu kita ya berjuang, ya melawan, tapi cukup lama kita di bawah telapak kaki bangsa lain. Ini pahit, tapi kita harus berani mengakui, dan kita harus belajar dari situ, dan kita harus bertekad jangan sekali-sekali kita akan dijajah kembali oleh siapa pun!" sambungnya.

Dia mengatakan bangsa Indonesia harus kuat. Menurutnya, jika Indonesia kuat maka bisa membantu bangsa-bangsa lain.

"Kita harus kuat, karena kita dengan kekuatan, kalau kita kuat, kita bisa bantu saudara-saudara kita yang ditindas atau tertindas bangsa lain, kalau kita tidak punya kekuatan bagaimana kita membantu," tuturnya.

Dubes Palestina Apresiasi Indonesia

Duta Besar Palestina untuk RI Abdalfatah A.K. Alsattari menyampaikan rasa haru dan apresiasinya atas kuatnya dukungan masyarakat Indonesia terhadap Palestina. Menurutnya, perhatian terhadap Palestina tidak hanya disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto, tetapi juga oleh berbagai pemimpin dan lapisan masyarakat Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (19/9).

"Sejak saya tiba di Indonesia, selama delapan bulan, saya mulai merasakan dukungan yang sangat besar untuk Palestina. Dan ini bukan pertama kalinya Presiden menyampaikan tentang situasi di Palestina. Dalam berbagai pidatonya, dan juga para pemimpin Indonesia, mereka berbicara tentang Palestina," ujar Abdalfatah dalam keterangan yang diterima.

Suasana di Gontor menjadi makin bermakna baginya ketika nama Palestina disebut dalam sambutan Presiden Prabowo dan disambut riuh tepuk tangan para hadirin. Pada momen tersebut, Dubes Abdalfatah kemudian menghampiri Presiden dan mengalungkan kefiyyeh Palestina sebagai bentuk penghormatan dan terima kasih.