Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), lanjut Arief, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) di Kabupaten Nagekeo dan II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) di Kabupaten SIkka.

"Gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan gempa bumi M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 15 Agustus 2026 pukul 05:58:23 WIB. Hingga tanggal 4 September 2026, pukul 04:30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 12.051 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M 6,2," tandasnya.

Sementara itu, warga Palue, Kabupaten Sikka, Nestor Langga, mengatakan warga panik saat gempa terjadi. Sejumlah warga langsung berlari keluar untuk menyelamatkan diri.