"Fotonya dijadikan stiker," ujarnya.
Polisi mengungkap siswa kelas 9SMPN diPulogadung melaporkan dugaan penganiayaan karena mengedit foto siswi rekan-rekannya menggunakan menjadi gambar vulgar. Diduga pihak korban tak terima sehingga menganiaya terduga pelaku.
"Adapun sebelumnya korban (penganiayaan) mengedit foto siswi-siswi menjadi foto vulgar, lalu teman-teman siswi-siswi tersebut tidak menerima sehingga melakukan kekerasan fisik terhadap korban. Jadi yang melakukan penganiayaan teman-teman para korban karena kesal sudah mengedit foto para korban," kata Made.
Penganiayaan dilaporkan terjadi pada Selasa (15/9) di sebuah rumah kosong di Pulogadung. Siswa yang diduga mengedit foto siswi itu dijemput oleh rekan-rekannya sepulang sekolah.
"Setelah di rumah kosong korban dipukul di bagian hidung, telinga, kepala, dan dada korban ditendang oleh beberapa pelaku (lidik). Salah satu pelaku mengancam menggunakan katana atau samurai," ujarnya.
Diduga siswa itu kembali dianiaya pada Rabu (16/9) di waduk kawasan Kayu Putih. Polisi juga masih mendalami dugaan penganiayaan yang dialami siswa kelas 9 itu.