Dalam dokumen pernyataan sikapnya, inisiatif itu menyerukan kebijakan yang berinvestasi pada pendidikan, jaminan sosial, layanan kesehatan, dan kehidupan yang terjangkau, alih-alih melakukan penghematan yang justru merugikan generasi muda.

"Kami adalah kaum muda yang tidak ingin lagi hanya menonton saat keputusan mengenai masa depan kami diambil tanpa melibatkan suara kami. 31 Oktober hanyalah permulaan," kata pihak penyelenggara.

Salah satu penggagas "Gen Z Bangkit", Akram Selo, menegaskan bahwa demonstrasi akan berlangsung secara damai.

Dia menyatakan kepada media bahwa kelompoknya dengan tegas menjauhkan diri dari segala bentuk kekerasan.

Tabloid Bild, dengan mengutip sumber keamanan, melaporkan bahwa kepolisian di seluruh negeri telah menerima perintah pengerahan personel dan menetapkan lokasi-lokasi khusus untuk tanggal 31 Oktober.