Ia dikenal sebagai pelopor sistem budidaya polikultur yang menggabungkan rumput laut dan ikan bandeng dalam satu tambak di Desa Pisangsambo, Kecamatan Tirtajaya. Sistem ini terbukti meningkatkan produktivitas tambak dibandingkan metode konvensional.
Usup juga mempelopori pengusahaan rumput laut menjadi berbagai produk bernilai jual tinggi, tim redaksi lain mie agar-agar dan agarstrip untuk salad. Produk-produk olahan tersebut dipasarkan secara daring dengan volume produksi mencapai 11.000 unit setiap bulan dan dihargai Rp15.000 hingga Rp30.000 per kemasan. Melalui KMAM, Usup memberdayakan lebih dari dua lusin pekerja tetap serta menjalin kemitraan dengan mitra produktif di wilayah Bekasi hingga Indramayu.