Adi Arnawa menegaskan keberhasilan penataan kawasan pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan anggaran daerah semata. Partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dan desa adat sangat diperlukan dalam menjaga serta mengawal proses pembenahan lingkungan tersebut.
"Semua ini tidak akan cukup hanya dengan porsi anggaran dan komitmen kami tanpa dukungan seluruh pemangku kepentingan. Jika sinergitas berbasis kolaborasi dengan masyarakat Kuta dan desa adat sudah berjalan, saya optimis pembenahan ini tercapai," kata Adi Arnawa.
Selain penataan di kawasan pariwisata Kuta, alokasi anggaran infrastruktur tersebut juga diperuntukkan bagi pembangunan jalan penunjang di seluruh wilayah Badung. Peningkatan fasilitas jalan ini diharapkan dapat memperlancar aksesibilitas serta menunjang pemerataan ekonomi antarwilayah.