Berbeda dengan Gerhana Matahari, pengamatan Gerhana Bulan pada dasarnya aman dilakukan secara langsung dengan mata.

BMKG memastikan masyarakat tidak membutuhkan alat pelindung mata khusus untuk mengamati Gerhana Bulan. Namun, persoalan utama pada Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026 bukan keamanan pengamatan, melainkan fenomena tersebut memang tidak terlihat dari Indonesia.

Dengan kata lain, masyarakat Indonesia tidak perlu mencari lokasi pengamatan di dalam negeri karena seluruh wilayah Indonesia berada di luar area visibilitas gerhana kali ini.

Bagi masyarakat Indonesia yang tetap ingin mengikuti jalannya Gerhana Bulan Sebagian, BMKG menyarankan untuk menyaksikannya melalui siaran langsung atau live streaming dari kanal resmi NASA.

Pilihan tersebut memungkinkan masyarakat tetap mengikuti fenomena astronomis yang terjadi meskipun tidak bisa mengamatinya secara langsung dari wilayah Indonesia.

Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026 merupakan salah satu dari empat fenomena gerhana yang terjadi sepanjang 2026.

Dalam almanak astronomi BMKG, tahun 2026 tercatat memiliki dua Gerhana Matahari dan dua Gerhana Bulan. Rangkaian tersebut terdiri atas Gerhana Matahari Cincin pada 17 Februari, Gerhana Bulan Total pada 3 Maret, Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus, serta Gerhana Bulan Sebagian pada 28 Agustus 2026.

Dari empat fenomena tersebut, tidak semuanya dapat diamati dari Indonesia. Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 dapat diamati dari Indonesia, sedangkan Gerhana Matahari Cincin 17 Februari, Gerhana Matahari Total 12 Agustus, dan Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus tidak dapat diamati dari wilayah Indonesia.