NADIKABAR.COM — Majelis Kehormatan Partai Gerindra angkat suara soal mutasi tujuh anggota polisi usai menggerebek tiga kader mereka saat berpesta narkoba di sebuah hotel kawasan Ketintang, Surabaya pada 28 September lalu.
Ketua Majelis Kehormatan Partai Gerindra, Habiburokhman menegaskan tak ada intervensi di balik mutasi tersebut.
"Tidak pernah ada komunikasi apapun apalagi intervensi antara kami dengan Polrestabes Surabaya terkait masalah ini," kata Habib dalam keterangannya, Selasa (3/11).
Berdasarkan informasi yang ia terima, sejumlah oknum polisi yang dimutasi diduga meminta sejumlah uang kepada tiga kader yang ditangkap. Dia menegaskan hal itu bagian dari sikap tegas dari aparat kepolisian.
"Jika kemudian ada mutasi terhadap polisi yang melakukan penangkapan, kami dengar karena mereka meminta sejumlah uang kepada orang yang ditangkap," ujar Habib.