NADIKABAR.COM — Partai Gerindra mencermati informasi mengenai dugaan pertemuan antara sejumlah tokoh antipemerintah (oposisi) dengan Duta Besar Singapura untuk Indonesia.
Keterangan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI Bambang Haryadi, merespon maraknya unggahan di media sosial yang menyebut adanya pertemuan di kediaman Dubes Singapura di Jakarta.
"Partai Gerindra mencermati informasi yang belakangan beredar di media sosial, di mana disebutkan adanya pertemuan tokoh-tokoh antipemerintahan bertemu Dubes Singapura untuk Indonesia," kata Bambang dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Partai Gerindra, lanjut Bambang, melalui anggota-anggota yang bertugas di Komisi I DPR RI, mendalami kebenaran informasi tersebut.
Meskipun demikian, dia menegaskan penyampaian pendapat maupun kritik kepada pemerintah merupakan hal yang sah dalam demokrasi selama dilakukan secara konstruktif.
"Pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo selama ini terbuka terhadap kritik. Tapi, perlu ditekankan, kritik tersebut hendaknya ditujukan untuk perbaikan tanpa ada sisipan kepentingan lain apalagi asing," ujarnya.
Informasi yang marak di media sosial tersebut mengaitkan dua nama tokoh yang disebut bertandang ke kediaman Dubes Singapura, yakni Saiful Mujani dan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.
Unggahan viral tersebut juga menampilkan rekaman video area pagar depan Kedubes Singapura di Jakarta dengan narasi bernada tuduhan "Londo ireng is coming".
Menanggapi kabar tersebut, Dino Patti Djalal secara tegas membantah isu pertemuan tersebut dan mengatakan unggahan yang beredar di media sosial sebagai narasi fiktif.
"Itu unggahan fiktif dari tim siluman. Dia bilang hari Minggu saya ke rumah Dubes Singapura. Tampaknya mau menciptakan narasi ada kongkalikong mau atau apa. Faktanya, hari Minggu sampai Selasa saya ada di Perth, Australia. Saya lagi diundang untuk bicara dalam konferensi perubahan iklim," kata Dino.