NADIKABAR.COM — Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman memastikan tidak ada intervensi dari partainya terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menjerat tiga orang anggota DPRD di Jawa Timur yang berasal dari Partai Gerindra.

Ia mengatakan Partai Gerindra menghormati proses hukum yang berjalan di pihak kepolisian dan menegaskan bahwa Gerindra juga telah memecat tiga orang anggotanya itu sebagai legislator.

"Sejak saat OTT sampai saat ini tidak pernah melakukan bentuk komunikasi berupa intervensi apapun," kata Habiburokhman di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.

Terkait adanya sejumlah anggota polisi yang dimutasi di Surabaya, dia pun mendapat kabar bahwa mereka diduga melakukan pelanggaran karena meminta sejumlah uang kepada para anggota DPRD yang ditangkap itu.

"Kalau enggak salah Rp50 juta atau berapa begitu kan ya, minta uang. Tentu hal tersebut juga tidak bisa dibenarkan," katanya.

Dia pun menyatakan bahwa mutasi terhadap sejumlah anggota polisi itu merupakan penindakan dari Polrestabes Surabaya karena adanya pelanggaran.

Di sisi lain, dia juga memastikan Gerindra sudah memberikan penindakan tegas kepada para tiga anggota DPRD itu.

"Kita saling menghormati dan kami tentu tidak akan mengintervensi apa pun," katanya.

Sebelumnya, Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Luthfie Sulistiawan menjelaskan alasan mutasi tujuh anggota Satresnarkoba ke jajaran kepolisian sektor karena adanya dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP).

Namun, ia tidak merinci apakah dugaan pelanggaran tersebut berkaitan dengan penanganan kasus pesta narkoba yang melibatkan tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Partai Gerindra.

"Mutasi di jajaran Polrestabes Surabaya, dan terkait dengan tujuh anggota Satnarkoba yang memang terkena mutasi, itu memang saat ini diduga ada dugaan pelanggaran terhadap SOP," ujar Luthfie.