"Petugas selalu memantau aktivitas Gunung Semeru. Ketika terekam getaran banjir lahar Semeru dengan intensitas curah hujan tinggi, maka informasi tersebut akan diteruskan kepada masyarakat dan diimbau untuk berhati-hati, terutama yang berada di sekitar bantaran sungai," katanya.

Selain getaran banjir, aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada periode sama juga terekam terjadinya 88 kali gempa letusan/erupsi, dua kali harmonik, delapan kali gempa guguran, empat kali gempa tektonik jauh, dan 10 kali gempa embusan.

Isnugroho menjelaskan Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).