"Berdasarkan keterangan awal pengempon pura, kebakaran diduga berkaitan dengan percikan api dupa saat pelaksanaan kegiatan menghaturkan sesajen. Namun, penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan," terang Sumartini.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Hanya, kerugian materi mencapai Rp 500 juta. "Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati menggunakan sumber api, khususnya dupa dan sarana persembahyangan," pinta Sumartini.
Hampir bersamaan, kebakaran ilalang persawahan terjadi di Jalan Naga Kunci, Banjar Lebah, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Ilalang itu juga habis terbakar.
Sumartini mengatakan lahan seluas 800 meter persegi milik seorang warga bernama I Made Putra itu dilalap api sekira pukul 15.00 Wita. Upaya pemadaman dilakukan dua unit Damkar Gianyar.
"Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.30 WITA. Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiel yang dialami pemilik lahan," terang Sumartini.
Penyelidikan di lokasi kejadian, sumber api diduga datang dari arah selatan hingga menyambar rumput ilalang yang berada di lahan persawahan. Pantauan dan langkah penanganan dilakukan meski api sudah dipadamkan untuk memastikan kondisi di sekitar lokasi aman.