NADIKABAR.COM β€” Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendorong penyelarasan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing sumber daya manusia muda Indonesia.

β€œSaya mengapresiasi kesempatan yang diberikan perusahaan bagi anak-anak SMK untuk mempelajari langsung teknologi dan cara kerja di dunia industri. Ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas SDM muda Indonesia,” kata Gibran dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Gibran mengunjungi pabrik PT Insera Sena (Polygon Bikes) di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat, untuk meninjau proses manufaktur dan kegiatan pembelajaran berbasis industri yang diikuti siswa SMK Islam Krembung dan SMKN 2 Buduran melalui program praktik kerja lapangan (PKL) dan kunjungan industri.

Ia menekankan pentingnya memperkuat keterhubungan antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan dunia kerja agar keterampilan yang dipelajari siswa sesuai dengan tuntutan industri.

β€œKita perlu memperpendek jarak antara dunia pendidikan dan dunia kerja dengan memberi anak muda kesempatan mempelajari teknologi dan cara kerja industri secara langsung,” ujarnya.

Menurut Gibran, pengalaman belajar langsung di lingkungan industri membantu siswa memahami penerapan teknologi sekaligus mengasah keterampilan yang dibutuhkan saat memasuki dunia kerja.

Ia juga berpesan agar para siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan, menyerap pengetahuan, dan mengembangkan kemampuan berinovasi.

β€œGunakan kesempatan ini dengan baik. Serap ilmu sebanyak-banyaknya sebagai bekal ke depan memasuki dunia kerja. Jadikan ini sebagai kesempatan untuk menciptakan inovasi,” kata Gibran.

Penyelarasan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri diharapkan memperkuat pengembangan sumber daya manusia, mulai dari pembelajaran di sekolah hingga penerapan kompetensi di tempat kerja.

Kolaborasi antara lembaga pendidikan dan dunia usaha juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan tenaga kerja muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu mendukung daya saing industri nasional.