"Setiap keluhan orang tua atau keluarga korban harus ditindaklanjuti. Pak Bupati, tolong tentukan PIC lintas BGN, Dinkes, Disdikbud, dan Pemkab untuk menjawab isu kesehatan, layanan siswa, dan kebutuhan keluarga," katanya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Batang hingga Senin (28/9) pukul 07.00 WIB, sebanyak 674 orang tercatat terdampak dugaan keracunan makanan tersebut. Dari jumlah itu, 34 pasien masih menjalani perawatan.

Kasus tersebut sebelumnya terjadi pada penerima manfaat MBG dari sejumlah lembaga pendidikan di Kecamatan Bawang. Pemerintah daerah telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa guna memastikan penyebab kejadian.

Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan kepada penerima manfaat terdampak juga dihentikan sementara sembari proses pemeriksaan berlangsung.