Edu, sapaan akrabnya, sangat terkesan dengan penyelenggaraan GIC yang konsisten digelar setiap tahun dan melibatkan banyak negara. Dia bahkan menyebut kompetisi ini sebagai pesta sepak bola usia muda.

"GIC adalah pesta sepak bola usia muda. 13 negara berkompetisi di sini. Bisa dilihat sendiri keseruannya. Sangat bagus untuk Indonesia. Event internasional seperti ini harus diperbanyak," kata Edu.

"Kompetisi usia muda itu adalah fondasi masa depan tim nasional, sehingga penting untuk terus dilaksanakan. Terlebih sekarang GIC juga menambah kategori putri. Sebuah gebrakan yang bagus untuk perkembangan sepak bola di Indonesia," ujarnya menambahkan.

Sementara Indra Sjafri selalu Technical Advisor GIC 2026 mengatakan bahwa kompetisi tahun ini semakin menarik dan menjanjikan atmosfer lebih kompetitif dengan kehadiran 13 negara.

"Total 72 tim dari 13 negara berkumpul di sini. Pemain-pemain Indonesia mendapat kesempatan berharga menghadapi negara lain tanpa harus bepergian ke luar negeri," ujar Indra Sjafri.

"Sejatinya sepak bola itu butuh proses. Tidak bisa instan. GIC menjadi salah satu rangkaian dalam proses tersebut. Menempa pemain muda Indonesia melalui kompetisi bertaraf internasional," jelasnya.