NADIKABAR.COM — Petaka keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jatim masih terus berlanjut. Kali ini menimpa puluhan siswa dan guru SMA Negeri (SMAN) 3 Nganjuk, Rabu (2/9/). Peristiwa ini terjadi sehari setelah 566 santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo juga jadi korban keracunan MBG.

Pantauan NadiKabar di RSUD Nganjuk, sejumlah korban tampak masih berseragam sekolah menjalani penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), sekitar pukul 15.30 WB.

"Benar informasi itu (siswa SMAN 3 diduga keracunan menu MBG). Untuk jumlahnya masih kami verifikasi," ungkap Kasatgas MBG Kabupaten Nganjuk, Judy Hernanto kepada NadiKabar.

Informasi yang dihimpun NadiKabar, siswa yang diduga keracunan dilarikan ke RSUD Nganjuk dan RS Bhayangkara. Jumlahnya diperkirakan 30 orang.

"Yang masuk ke sini 17 siswa bapak," jawab salah satu petugas RSUD Nganjuk saat ditanya Judy.

Kabag Prokopim Pemkab Nganjuk, Syamsudin menyebut bahwa jumlah korban yang tercatat hingga saat ini ada 49 orang. Salah satunya adalah guru perempuan.

"Untuk yang di Puskesmas Begadung ada 20, di RSUD 17 dan di RS Bhayangkara 12. Sementara jumlahnya 49 orang," ungkap Syamsudin.

Salah guru SMAN 3 Nganjuk, Andi Joko Santoso membeberkan keracunan berawal saat menu MBG tiba di sekolah pada pukul 10.00 WIB. Namun beberapa jam kemudian, para siswa mengalami gejala keracunan.

"Kemudian kami persilahkan anak-anak untuk ngambil. Anak-anak kemudian ambil dan makan. Kemudian jam dua (14.00 WIB) lebih, kok ada yang mual, ada yang pusing, ada yang muntah," ungkap Andik, salah guru SMAN 3 Nganjuk.