"Saya selalu yakin bahwa dengan menjadi lebih Indonesia, justru kita akan lebih dilirik, contohnya film-film kita yang berbasis kebudayaan selalu laku baik itu di over the top (OTT) misalnya di digital streaming platform (platform pemutaran digital), yang lebih ditonton karena memiliki keunikan berbeda dari film-film yang lain," ujar dia.

Menurut dia, musik-musik Indonesia yang tidak berbahasa Indonesia, seperti lagu-lagu dari timur Nusantara, koplo, hingga campursari, kini memiliki peminat yang lebih banyak, bahkan dari berbagai kalangan mulai anak-anak hingga dewasa, dari wilayah yang beragam.

"Anak-anak Jakarta Selatan (Jaksel) ini sudah mulai mendengarkan (musik-musik dari berbagai genre, termasuk koplo). Ini membuktikan bahwa di era internet sekarang, semuanya bermain di area yang setara karena kita berbeda. Kita mengedepankan ke-Indonesiaan dan kebudayaan kita, sehingga justru negara luar menjadi lebih melirik," paparnya.