Tapir yang terlibat dalam insiden tersebut diketahui lahir di bawah perawatan Mandai Wildlife Group. Para penjaga telah merawatnya sepanjang hidup, termasuk ketika tapir itu menjalani masa kehamilan dan melahirkan anaknya.

"Hubungan yang kuat yang dibangun oleh tim perawatan satwa dengan hewan memungkinkan kami memberikan standar perawatan dan pemeliharaan yang tinggi. Pada saat yang sama, insiden ini menjadi pengingat bahwa semua satwa liar, bahkan yang sudah dikenal oleh pengasuhnya dan umumnya terbiasa dengan kehadiran manusia, dapat berperilaku tidak terduga dan berpotensi menyebabkan cedera," kata dia.

Sebagai informasi, Tapir malaya merupakan satu-satunya spesies tapir yang berasal dari Asia. Satwa tersebut masuk kategori terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), yang berarti memiliki risiko tinggi mengalami kepunahan di alam liar.

Mandai Wildlife Group kini tengah menyelidiki insiden itu. Prosedur operasional juga ditinjau untuk melihat apakah diperlukan langkah tambahan guna meningkatkan keselamatan penjaga satwa dan hewan yang berada dalam perawatan mereka.