"Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan asosiasi sangat diperlukan untuk membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan di Bantul," kata Ari.
Menurut dia, salah satu kekuatan di Kabupaten Bantul adalah kerajinan lokal, karena memberikan kontribusi signifikan terhadap produk domestik regional bruto.
"Industri UKM Bantul 14 persen atau lebih tinggi dibanding pertanian 13 persen, kemudian di bawahnya akomodasi dan makan minum atau identik dengan pariwisata. Sebanyak 75 persen kerajinan DIY dihasilkan kerajinan Bantul. Ada sentra batik, mebel, gerabah, anyaman dan ini tidak terbantahkan Bantul sebagai gudangnya kerajinan di DIY," katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Anton Raharjo menambahkan pemerintah daerah terus berupaya memperluas akses pasar bagi perajin lokal melalui kegiatan penjajakan bisnis dengan pembeli internasional.
"Kami akan terus memfasilitasi para pelaku IKM agar produk kerajinan kulit dan pangan lokal Yogyakarta mampu menembus pasar ekspor global," ujar Anton Raharjo.