NADIKABAR.COM — Sekuel karya Takashi Yamazaki “Godzilla Minus Zero” mendapatkan ulasan positif dari Festival Film New York serta diproyeksi masuk nominasi Oscar.
Laman Variety, Senin (27/9) melaporkan bahwa Yamazaki gembira soal kemungkinan "Godzilla Minus Zero" diakui dalam kategori utama Academy Awards namun ia juga tak ingin berharap lebih, dan sudah merasa bahagia bila garapannya masuk nominasi.
“Maksud saya, saya mencoba untuk tidak memikirkan hal itu. Dan ini juga berlaku untuk 'Godzilla Minus One'. Kami tidak tahu bahwa kami akan mendapatkan VFX Terbaik, atau bahkan dinominasikan. Bahkan nominasi saja sudah merupakan kemenangan bagi kami dengan 'Godzilla Minus One'. Jadi saya mencoba untuk tidak memikirkannya, tetapi pada saat yang sama, jika kemungkinannya bukan nol, sulit untuk tidak memiliki sedikit harapan,” katanya.
Sebelumnya, “Godzilla Minus One” meraih kemenangan Oscar untuk efek visual (VFX) pada tahun 2023 untuk film.
Dengan anggaran sebesar 15 juta dolar AS, ia berhasil mengumpulkan tim efek visual yang terdiri hanya 35 seniman untuk menciptakan 610 adegan efek.
Film yang awalnya dianggap sebagai underdog ini berhasil meraih kemenangan melawan deretan raksasa Hollywood, termasuk “Guardians of the Galaxy Vol. 3” dari Disney, “Mission: Impossible — Dead Reckoning Part One” dari Paramount, dan “Napoleon” dari Apple.
Capaian tersebut pun berhasil membawa Yamazaki yang memulai karirnya di bidang efek visual berkembang sebagai sutradara film fitur pertama yang diakui dalam kategori efek visual sejak Stanley Kubrick untuk “2001: A Space Odyssey.”
Lebih lanjut, Kepala editor penghargaan Variety , Clayton Davis, saat ini mencantumkan "Godzilla Minus Zero" sebagai salah satu dari lima film yang diprediksi akan masuk dalam nominasi efek visual terbaik pada Januari bersama dengan "Dune: Part Three," "Project Hail Mary," "Spider-Man: Brand New Day," dan "Wildwood."
“Godzilla Minus Zero” adalah film kaiju Jepang terbaru garapan sutradara Takashi Yamazaki yang berlatar tahun 1949, tepatnya dua tahun setelah peristiwa di film pertama.
Penerjemah: Sinta Ambarwati