NADIKABAR.COM — Perkembangan AI dari sekadar menjawab pertanyaan menjadi sistem yang mampu mengambil keputusan dan bertindak memunculkan tantangan baru bagi organisasi, terutama dari sisi keamanan, tata kelola, dan akuntabilitas.
Singapura, (ANTARA/PRNewswire)- Perkembangan AI kini memasuki tahap baru. Teknologi ini tidak lagi sekadar menghasilkan jawaban, namun mulai mampu mengambil keputusan dan menjalankan tindakan secara mandiri. Perubahan tersebut turut mengubah cara organisasi mengelola keamanan, infrastruktur, dan lingkungan perusahaan. Dalam GovWare Conference and Exhibition 2026 pada 13-15 Oktober 2026, para pemimpin keamanan siber dari berbagai negara akan membahas perubahan yang diperlukan, serta prinsip-prinsip yang harus selalu menjadi pijakan ketika dunia siber memasuki era Agentic AI.
GovWare 2026 akan berlangsung di Sands Expo and Convention Centre, Singapura, sebagai pameran dagang utama dalam Singapore International Cyber Week (SICW) yang didukung Cyber Security Agency of Singapore (CSA). Ajang ini diperkirakan menarik lebih dari 15.000 peserta dari lebih dari 90 negara dan kawasan, serta menghadirkan lebih dari 300 pembicara dan 300 peserta pameran dari kalangan pemerintah, industri, dan komunitas keamanan siber.
"Keamanan siber membutuhkan waktu beberapa dekade untuk berkembang dari isu teknologi yang awalnya hanya menjadi perhatian kalangan spesialis hingga menjadi tanggung jawab yang diemban seluruh sektor ekonomi. Kini, AI mendorong transformasi berikutnya dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi," kata Richard Ireland, CEO GovWare. "Setelah sistem semakin mampu mengambil keputusan dan menjalankan tindakan secara mandiri, tidak ada organisasi yang dapat menghadapi dampaknya sendirian. Karena itu, pemerintah, industri, dan praktisi kini semakin perlu berbagi pengetahuan, serta membangun kemitraan yang tepercaya."
Tema GovWare tahun ini, "Anchored in Unchanging Principles: Cyber at Agentic Velocity", menggambarkan perubahan tersebut. Sistem cerdas semakin mampu menangkap berbagai sinyal, membantu pengambilan keputusan, dan memicu tindakan. Akibatnya, jeda antara munculnya sinyal, proses pengambilan keputusan, dan dampaknya semakin singkat. Perubahan ini memunculkan pertanyaan baru mengenai kewenangan yang dapat didelegasikan ke AI, penilaian manusia, dan akuntabilitas.
Selama tiga hari, agenda acara ini akan mengulas penerapan keamanan siber di era agentic AI, mulai dari melindungi sistem inti menghadapi ancaman yang terus berkembang dan membangun arsitektur yang aman serta siap menghadapi masa depan, hingga memperkuat tata kelola, sumber daya manusia, dan aksi bersama ketika risiko siber semakin melampaui batas organisasi, sektor, dan negara.