NADIKABAR.COM — Gubernur Banten Andra Soni meresmikan 62 ruas jalan desa yang dibangun melalui program Bangun Jalan Desa (Bang Andra). Jalan yang dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten itu mencapai panjang 71,05 kilometer, yang sebelumnya rusak bertahun-tahun.

Peresmian 62 ruas jalan Bang Andra juga dilakukan serentak secara virtual dengan pusat di Desa Sukaraja, Malingping, Kabupaten Lebak, pada Rabu (30/9/2026). Peresmian tersebut dihadiri oleh kepala daerah dari empat kabupaten dan kota, kepala OPD, serta masyarakat penerima dampak pembangunan jalan.

Turut hadir secara offline mendampingi Andra adalah Bupati Lebak Hasbi Assidiki Jaya Baya beserta jajaran, sejumlah anggota DPRD Banten dari Dapil Lebak, Ketua Komisi IV DPRD Banten M Nizar, serta jajaran pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Lebak.

Diketahui, Pemprov Banten membangun 62 ruas dengan panjang penanganan mencapai 71,05 kilometer yang tersebar di lima wilayah. Pertama di Kabupaten Lebak dengan jumlah 17 ruas dan panjang mencapai 29,63 kilometer.

Kemudian di Kabupaten Pandeglang sebanyak 30 ruas dengan panjang 26,71 kilometer, Kabupaten Serang 8 ruas dengan panjang 9,09 kilometer, Kabupaten Tangerang 2 ruas dengan panjang 2,01 kilometer, dan di Kota Serang sebanyak 5 ruas dengan panjang mencapai 4,61 kilometer.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, ruas jalan Cikeusik-Simpang Cijaku yang menjadi lokasi peresmian memiliki panjang penanganan 2,88 kilometer. Ruas ini melayani tiga desa penerima manfaat, yaitu Desa Malingping Selatan, Desa Sukaraja, dan Desa Kersaratu, dengan total penduduk mencapai 16.629 jiwa.

Perbaikan jalur ini dapat membuka akses bagi enam fasilitas pendidikan seperti SDIT Mathlaul Anwar, SDN 3 dan SDN 4 Sukaraja, MAS Mathlaul Anwar Malingping, SMPN 3 Satap Malingping, dan SMKN 2 Malingping. Kemudian akses menuju RSUD Malingping, klinik, bidan, dokter praktik, Posyandu, apotek, dan tenaga kesehatan. Ruas ini juga melintasi kawasan pertanian 1.224 hektare dan kawasan perkebunan 677 hektare.

"Ke depan program ini akan terus dilanjutkan secara bertahap sejalan dengan komitmen Pemprov Banten untuk terus memperluas konektivitas hingga ke wilayah-wilayah yang masih membutuhkan akses jalan yang layak," katanya.

Andra Soni optimistis bahwa peningkatan konektivitas jalan desa akan mendorong pertumbuhan ekonomi perdesaan, mempermudah mobilitas masyarakat dalam akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan. Dari situ, pada akhirnya turut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Pembangunan infrastruktur jalan desa menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan dan mengurangi disparitas antarwilayah di Provinsi Banten," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Adung Umum (58), mengatakan, sebelum diintervensi program Bang Andra, kondisi jalan di desanya sangat memprihatinkan, bahkan terkesan dibiarkan begitu saja selama puluhan tahun.

"Hal itu sangat menyulitkan dan menghambat mobilitas warga dan aktivitas perekonomian masyarakat kami," katanya.

Setelah diintervensi program Bang Andra yang mencapai sekitar 2,88 kilometer pada tahun 2025, saat ini kondisi jalan yang melintasi desanya sudah cukup baik dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang mayoritas petani.

"Pembangunan ini sangat membantu, menunjang aktivitas sehari-hari warga, serta memangkas waktu tempuh ke pasar menjadi kurang dari lima menit yang sebelumnya mencapai tiga puluh menit," imbuhnya.

Selain itu, Kepala Desa Kerasaratu, Kecamatan Malingping, Abdul Kholik (41), mengatakan kondisi ruas jalan di desanya juga sangat parah dan puluhan tahun tidak mendapat sentuhan pembangunan. Bahkan sejak ia kecil, jalan di desanya tidak pernah dibangun.

"Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat yang mayoritas petani. Warga kami kesulitan ketika akan membawa hasil pertaniannya ke pasar," jelasnya.

Untuk itu, Kholik sangat bersyukur jalan poros desanya diperbaiki sehingga sekarang kondisinya sangat bagus. Masyarakat pun senang dengan banyak perubahan akibat pembangunan.

"Ini penantian kami yang sudah sangat lama," katanya.