NADIKABAR.COM — Gubernur Banten Andra Soni menilai FIN Super League Futsal Antarpelajar 2026 menjadi ajang strategis untuk menjaring bibit unggul sekaligus memperkuat pembinaan atlet futsal muda di Provinsi Banten.
Saat menghadiri kompetisi di Gelanggang Olahraga (GOR) Nambo Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Sabtu, Andra mengatakan kejuaraan yang diikuti 32 tim SMA, SMK, dan MA dari delapan kabupaten/kota itu memberikan kesempatan bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan.
"Dengan melibatkan pelajar dari berbagai kabupaten dan kota, kompetisi ini memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak kita untuk menunjukkan kemampuan, mengukur prestasi, serta mendapatkan pengalaman bertanding," katanya.
Andra mendorong pembinaan futsal secara berjenjang dan berkelanjutan melalui penyelenggaraan kompetisi yang memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan bakat dan mengasah kemampuan bertanding.
Ia mengapresiasi kolaborasi jaringan media FIN, Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Banten, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten dalam menyelenggarakan kompetisi tersebut.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkolaborasi dan mengambil bagian dalam penyelenggaraan kegiatan ini," ujarnya.
Andra juga mendorong Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan AFP Banten untuk memperbanyak pertandingan guna meningkatkan kemampuan dan kualitas atlet.
"Semakin banyak pertandingan, akan semakin banyak menghasilkan atlet-atlet terbaik," katanya.
Menurut dia, atlet futsal Banten memiliki peluang untuk bersaing di tingkat internasional karena olahraga tersebut tidak hanya mengandalkan postur tubuh, tetapi juga kecepatan dan kelincahan pemain.
"Mari kita bangun Provinsi Banten sebagai daerah yang tidak hanya memiliki banyak talenta olahraga, tetapi juga memiliki sistem pembinaan yang mampu mengantarkan talenta tersebut menjadi atlet berprestasi," ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua AFP Banten Awal Pasenggong mengatakan FIN Super League Futsal 2026 memiliki tiga tujuan utama, yakni pemerataan pembinaan, penyelenggaraan kompetisi gratis, serta pembinaan berjenjang yang berorientasi pada prestasi.
Ia menjelaskan sebanyak 32 tim peserta merupakan perwakilan dari delapan kabupaten/kota di Banten, dengan masing-masing daerah mengirimkan empat tim.
"Tujuannya agar pembinaan tidak terpusat di satu kota, tetapi merata di delapan kabupaten dan kota," katanya.
Awal juga menyatakan kesiapan Banten menyelenggarakan babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) 2027 sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi futsal daerah.
"Ini bisa menjadi motivasi bagi adik-adik untuk kembali berprestasi ke depan dan membawa Banten menjadi lebih baik lagi dalam hal futsal," ujarnya.
Direktur fin.co.id Verry Madur mengatakan kompetisi tersebut tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarpelajar sekaligus menjaring bibit unggul futsal di Banten.
Menurut dia, potensi atlet muda di Banten perlu terus dikembangkan melalui kompetisi yang diselenggarakan secara berkesinambungan.
"Kalau bisa, acara-acara seperti ini terus berkesinambungan karena pasti banyak bibit-bibit luar biasa di Provinsi Banten," kata Verry.