Kemudian, Andra menyebut Kereta Api Lokal Commuter Rangkasbitung-Serang-Cilegon-Merak memiliki peran vital. Saat ini, ada sekitar 4 juta penumpang KA Lokal Rangkasbitung-Merak.

"Di sisi lain, kehadiran Kereta Api Lokal Commuter Line Merak yang melayani rute Rangkasbitung-Serang-Cilegon-Merak dengan 14 perjalanan sehari juga sangat vital. Jumlah penumpangnya mencapai 4,46 juta orang pada 2025 dan diproyeksikan menjadi 4,67 juta orang pada 2026, dengan tingkat keterisian mencapai 129 persen," katanya.

Namun, Andra menyayangkan tidak ada integrasi transportasi di Stasiun Rangkasbitung. Penumpang KRL dari jurusan Tanah Abang harus berpindah moda transportasi ke KA lokal untuk berlanjut ke Merak, begitu pun sebaliknya.

"Kondisi inilah yang melandasi urgensi diperluasnya jangkauan KRL Commuter Line hingga ke Serang-Cilegon dan Merak. Langkah ini akan mempermudah mobilitas pekerja, pedagang, pelajar, bahkan menjadi jalur alternatif bagi wisatawan Jabodetabek yang ingin," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi menyambut langkah cepat Pemprov Banten menindaklanjuti inisiatif pengembangan kereta api listrik hingga wilayah Banten bagian barat.