Selain itu, Bobby juga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Gunungsitoli supaya menyusun detail engineering design (DED) perencanaan persawahan di wilayah setempat.

"Kepada Bapak Wali Kota segera menyusun DED, dan pengajuan teknis agar Pemprov Sumut dapat mengalokasikan anggaran pada tahun mendatang," kata Bobby.

Gubernur juga mendorong penyelesaian permanen melalui koordinasi pemerintah daerah, distributor, dan unsur forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) mengatasi harga pupuk bersubsidi di atas harga eceran tertinggi.

Pihaknya menyarankan agar Wali Kota Gunungsitoli memanggil para distributor bersama Kapolres dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat membahas batas atas harga eceran pupuk.

"Untuk membahas kesepakatan batas atas harga eceran yang mempertimbangkan biaya distribusi antarwilayah," ujar Bobby lagi.