NADIKABAR.COM β Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memperkirakan jumlah pengguna yang memanfaatkan QRIS sebagai sarana pembayaran saat ini setara dengan seperempat dari jumlah penduduk Indonesia atau telah mencapai sekitar 67 juta orang.
βQRIS, kalau kita lihat sekarang penggunanya sudah 67 juta (orang). Artinya sudah seperempat, mungkin seperempat dari penduduk Indonesia menggunakan QRIS,β kata Destry dalam acara FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta, Kamis.
Destry mengatakan, meningkatnya penggunaan sistem pembayaran digital turut mendorong pergeseran preferensi masyarakat dari pembayaran tunai ke pembayaran digital.
Hal tersebut terlihat dari sejumlah aktivitas transaksi, termasuk saat masyarakat berbelanja di pasar maupun menghadiri berbagai acara, yang kini semakin banyak menggunakan QRIS.
Meski penggunaan pembayaran digital terus meningkat, transaksi tunai tetap menjadi bagian dari sistem pembayaran di Indonesia. Karena itu, merchant tetap perlu menyediakan pilihan pembayaran tunai bagi masyarakat yang masih menggunakannya.
βNamun, kita tetap tidak melarang orang kalau mau pakai cash. Karena tetap bahwa payment di kita ini ada digital atau melalui cash. Jadi buat para merchant, kalaupun ada yang memang ingin bayar cash, ya mereka harus bisa menerima,β ujar Destry.
Menurut dia, preferensi masyarakat saat ini semakin mengarah ke pembayaran digital turut berdampak terhadap perkembangan uang kartal, yakni uang kertas dan logam, yang masih tumbuh tetapi dengan laju yang terus melambat.
Destry mengatakan kebutuhan uang tunai tetap ada mengingat kondisi geografis Indonesia yang luas dan terdiri atas banyak wilayah kepulauan.