Sementara itu, kunjungan ke Desa Adat Bayan memberi kesempatan bagi Putri Mahkota Swedia untuk menyaksikan kearifan lokal masyarakat dalam menjaga keseimbangan alam. Masyarakat Bayan dikenal memiliki tradisi kuat dalam merawat hutan, melestarikan sumber daya air, menjaga ketahanan pangan, hingga memperjuangkan identitas budaya di tengah arus modernisasi.

Iqbal menjelaskan dipilihnya Lombok sebagai lokasi kunjungan merupakan wujud kemitraan jangka panjang tim redaksi UNDP, Pemerintah Provinsi NTB, dan masyarakat setempat.

"Sinergi ini telah melahirkan berbagai program strategis, seperti pemulihan pascabencana gempa bumi melalui program PETRA, penguatan rantai pasok kesehatan lewat SMILE, pendampingan UMKM melalui ASSIST Joint SDG Fund, hingga perlindungan kawasan pesisir," pungkas Iqbal.