"Mereka banyak yang terimbas dari gempa. Otomatis, pendapatan keluarganya ada yang menurun, bahkan ada yang tidak bekerja. Pak Gubernur (Luthfi) merespons keinginan mahasiswa itu untuk dibantu biaya kos selama tiga bulan," ujar Imam dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2026).

Untuk merealisasikan bantuan tersebut, Pemprov Jateng menggandeng Baznas Jateng dan Bank Jateng. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 374.247.000, terdiri atas bantuan dari Bank Jateng sebesar Rp 348.402.000 dan Baznas Jateng sebesar Rp 25.845.000.

Imam berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban ekonomi mahasiswa asal NTT yang terdampak gempa.