NADIKABAR.COM β€” Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya kolaborasi TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga.

β€œBakti TNI untuk rakyat bukan sekadar program seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI AD dengan rakyat melalui kepedulian, kebersamaan, dan pengabdian,” katanya saat menjadi inspektur upacara pembukaan Bakti TNI AD untuk Rakyat di Wilayah Kodam IV/Diponegoro di Alun-Alun Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jumat.

Ia mengatakan pembangunan daerah membutuhkan sinergi pemerintah, TNI, Polri, satuan perlindungan masyarakat (Satlinmas), mahasiswa, dunia usaha, dan seluruh lapisan masyarakat, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta meningkatkan kesejahteraan warga.

Ahmad meminta infrastruktur yang dibangun melalui program bakti TNI dikawal dan dirawat agar memberikan manfaat berkelanjutan.

Gubernur juga mengapresiasi pembangunan sarana penampungan air untuk membantu masyarakat menghadapi musim kemarau dan dampak El Nino.

Menurut Ahmad, Jateng memiliki peran penting sebagai lumbung pangan nasional dengan produksi padi mencapai 8,5 juta ton gabah kering giling atau sekitar 15 persen dari produksi nasional.

Selain pembangunan fisik, ia mengapresiasi program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) bagi masyarakat kurang mampu.

Ia mengharapkan layanan kesehatan gratis, operasi katarak, sunatan massal, donor darah, dan pasar murah dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Ditemui setelah upacara, dia mengatakan kegiatan itu merupakan bentuk nyata dari kolaborasi yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjawab kebutuhan dan mengatasi persoalan masyarakat.

β€œInilah bentuk collaborative government together we can do that (kolaborasi pemerintah bersama-sama kita bisa mewujudkannya),” kata Luthfi.

Berdasarkan data, kegiatan Bakti TNI AD tersebut dilaksanakan selama 60 hari, pada Oktober hingga November 2026, di wilayah Kodim 0701/Banyumas dan Kodim 0709/Kebumen.

Di Kabupaten Banyumas, kegiatan menjangkau 21 kecamatan dan 40 desa dengan sasaran fisik meliputi rehabilitasi 105 RTLH), pembangunan 10 jembatan, pembuatan 30 sumur bor dan 30 titik jambanisasi, perbaikan enam tempat ibadah dan empat sekolah, rehabilitasi empat panti asuhan, revitalisasi satu makam, pembangunan rabat beton jalan di dua titik, serta pembangunan talud penahan tanah di dua titik dan talud plengseng beton di lima titik.

Sementara itu, di Kabupaten Kebumen, kegiatan mencakup 18 kecamatan dan 112 desa dengan sasaran fisik meliputi pembangunan 12 jembatan, pembuatan 50 sumur bor, rehabilitasi 45 RTLH, pembangunan 20 unit fasilitas MCK, perbaikan empat tempat ibadah dan empat sekolah, rehabilitasi satu panti asuhan, revitalisasi satu makam, serta pembangunan rabat beton di tiga titik.

Anggaran kegiatan di Kabupaten Banyumas terdiri atas Rp9,2 miliar dari program TNI AD, Rp1,5 miliar dari partisipasi TNI, Rp3,08 miliar dari pemerintah daerah, dan Rp500 juta dari Kodam. Sementara di Kabupaten Kebumen, anggaran meliputi Rp14,4 miliar dari program TNI AD, Rp1,4 miliar dari partisipasi TNI, Rp489 juta dari pemerintah daerah, dan Rp500 juta dari Kodam.

Selain pembangunan fisik, kegiatan tersebut juga mencakup pelayanan kesehatan gratis, donor darah, penanaman 5.000 bibit pohon, serta bantuan sosial berupa kaki palsu, kacamata gratis, kursi roda, dan paket sembako.