NADIKABAR.COM — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) meminta kegiatan normalisasi Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) yang melintasi tiga wilayah kecamatan di Kabupaten Bekasi dengan total panjang 16 kilometer bisa segara dituntaskan tahun ini.

Normalisasi sungai yang melintasi Kecamatan Cibitung, Tambun Utara dan Sukawangi itu menjadi salah satu upaya untuk mengurangi risiko banjir di wilayah Kabupaten Bekasi. Saat ini pengerjaan normalisasi tinggal menyisakan sepanjang satu kilometer.

"Harus kelar tahun ini. Butuh biaya berapa untuk sisanya? Rp2 miliar itu selesai lah sama Kabupaten Bekasi saja," kata KDM saat meninjau lokasi pekerjaan di Kabupaten Bekasi, Senin.

Dirinya selain meminta penuntasan normalisasi juga turut menyoroti keberadaan tiga infrastruktur jembatan di Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara yang dinilai berpotensi menghambat kelancaran aliran air menuju Kali CBL.

Pemprov Jawa Barat menegaskan kesiapan membantu pembangunan kembali jembatan tersebut setelah terlebih dahulu dilakukan pembongkaran agar kapasitas aliran sungai dapat lebih optimal.

Pihaknya juga menyatakan siap membantu normalisasi Kali Mati di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi yang mengalami sedimentasi cukup tinggi hingga sebagian alirannya berubah fungsi menjadi kebun warga.

Kondisi tersebut menuntut penanganan segera agar fungsi sungai sebagai saluran air dan penunjang pengairan pertanian masyarakat dapat kembali normal.

"Ini kan darurat dan hujan ke depan tidak bisa kita prediksi. Nanti kita gunakan anggaran Biaya Tak Terduga (BTT). Kalau tidak selesai tahun ini, kita lanjutkan tahun depan," ujarnya.

Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja merespons positif dukungan provinsi untuk percepatan penanganan persoalan banjir di Kabupaten Bekasi sekaligus memastikan akan segera menuntaskan kebutuhan anggaran yang masih diperlukan agar normalisasi Kali CBL dapat dituntaskan sesuai target.

"Kita akan selesaikan normalisasi Kali CBL tahun ini dan kekurangan anggarannya akan segera kita selesaikan tahun ini juga sehingga normalisasi dari Cikarang hingga pertemuan Kali Bekasi ini bisa cepat tuntas," katanya.

Respons senada disampaikan Asep berkaitan dukungan provinsi terharap rencana normalisasi Kali Mati yang akan dilakukan secara bertahap dari wilayah Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi hingga Kecamatan Cabangbungin.

Menurutnya, pemulihan fungsi sungai tersebut penting bagi masyarakat khususnya di wilayah utara Kabupaten Bekasi, terutama untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian.

"Mudah-mudahan ini terlaksana dengan baik. Untuk rumah yang terkena imbas, nanti saya dengan Pak Gubernur menyiapkan solusinya. Yang penting Kali Mati bisa berfungsi kembali," katanya.

Dia berharap melalui percepatan normalisasi Kali CBL dan Kali Mati, pemerintah provinsi dan kabupaten dapat meningkatkan kapasitas aliran sungai, mengurangi hambatan akibat sedimentasi serta memperkuat upaya penanganan banjir berulang di wilayah Kabupaten Bekasi.

"Insya Allah saat banjir tiba nanti debitnya akan berkurang sehingga banjir akan lebih terkendali berikut dampaknya yang dapat diminimalisir," kata dia.