Ia ingin kepemimpinan Emil periode 2026–2031 dapat menghubungkan kekuatan Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), industri halal, ekonomi pesantren, serta sektor produktif lainnya ke dalam rantai nilai halal yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
"Dan perekonomian kita ini banyak ditopang oleh ekosistem halal, UMKM, dan produk pesantren, maka di Jawa Timur kita memang sedang mengusahakan halal value chain yang terintegrasi," kata Khofifah.
Menurut dia, penguatan rantai nilai halal perlu terus didorong agar capaian pengembangan ekonomi syariah Jawa Timur tidak berhenti pada sertifikasi produk tetapi berlanjut pada peningkatan kualitas usaha, pembiayaan, produksi, hingga perluasan pasar.