Koster menilai tambahan pasokan muatan besar tersebut sangat memadai untuk menjamin ketersediaan stok Pertalite yang mencukupi kebutuhan normal warga hingga 10 hari ke depan.

Ketersediaan bahan bakar jenis Pertamax juga akan mendapat tambahan pasokan signifikan yang dijadwalkan tiba pada tanggal 13 dan 17 Oktober sebanyak 13 juta liter.

Jumlah tambahan muatan Pertamax tersebut dipastikan sanggup mencukupi kebutuhan konsumsi harian masyarakat Bali secara berkelanjutan selama 10 hingga 11 hari ke depan.

"Apa artinya, bahwa stok minyak BBM Pertalite dan Pertamax itu tersedia bisa mencukupi kebutuhan melebihi kebutuhan yang normal di Provinsi Bali ini," ujar Koster menegaskan.

Pola kedatangan pasokan BBM yang berkesinambungan sebelum stok terdahulu habis menurutnya menjadi jaminan utama bahwa ketersediaan BBM di Bali berada dalam status sangat aman.

Pemprov Bali menjadikan wilayah perkotaan yang meliputi Kota Denpasar dan Kabupaten Badung sebagai fokus perhatian utama mengingat tingkat mobilitas serta volume kebutuhan konsumsi energi yang jauh lebih tinggi.

Total keseluruhan titik penyedia layanan pengisian bahan bakar di dua wilayah prioritas tersebut mencakup 92 unit SPBU yang tersebar merata di berbagai titik strategis.