"Kami meminta aparat keamanan untuk mengejar dan menangkap dan memproses hukum orang-orang ini. Dan ini jangan lagi dibiarkan terus-menerus terjadi di tanah Papua dan harus betul-betul dicarikan cara agar bagaimana kasus-kasus semacam ini jangan lagi terjadi," terangnya.

"Mengutuk sekeras-kerasnya KKB di Jayawijaya ini dan meminta aparat keamanan untuk segera menangkap pelakunya dan memproses hukum pelakunya dan sampai akar-akarnya," tegasnya.

Laka Lena menyampaikan jenazah dua korban asal NTT akan tiba di Kupang pada Jumat (11/9/2026). Pemprov NTT akan menjemput langsung kedatangan jenazah.

"Pak Wakil Gubernur akan memimpin prosesi tersebut bersama jajaran Pemprov lainnya. Saya mewakili Pemprov NTT tentunya mengucapkan duka mendalam bagi keluarga korban, dua anak kita ini, yang sudah gugur dalam rangka menjalankan tugas kemanusiaan, tugas negara bangsa, penyelamatan anak-anak di Papua," tandasnya.

Menurut Laka Lena, dua korban tersebut adalah Willy Mbuik, CPNS pada Dinas Pertanian, dan dokter hewan Alfonsius Albinus Mehan. Dia menyebut gugurnya kedua korban sangat melukai hati.

"Sebagai anak muda, saya berharap agar kita semua juga belajar dari dua anak muda yang luar biasa dan hebat ini, Adik Willy Mbuik dan juga Dokter Hewan Alfonsius Albinus Mehan. Dua anak muda ini mereka bekerja dengan baik, memilih tempat yang tidak mudah di daerah Jayawijaya, daerah yang memang juga masih sering terjadi kasus-kasus kekerasan," jelas Gubernur.