Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperkuat industri pengolahan berbasis komoditas lokal. Sebab selama ini sebagian besar nilai tambah dinikmati industri berskala besar, sementara bahan baku berasal dari desa-desa sentra produksi.

Ia berharap Pekon Ampai tidak hanya menjadi tempat pengeringan kakao, tetapi juga dapat menjadi pusat pengembangan dan produksi solar dryer (alat pengering tenaga surya). Alat tersebut diharapkan dapat ditiru, dikembangkan, kemudian didistribusikan ke sentra-sentra kakao di sepanjang pesisir Lampung.

"Yang saya harapkan nanti di Pekon Ampai bukan hanya bisa suplai, bukan hanya bisa mengeringkan, tapi bisa mencontoh, membuat pengering seperti ini, dan mendistribusikan, menjual pengering-pengering solar dryer ini di sepanjang pesisir Lampung," tambahnya.

Sebab potensi kakao di wilayah tersebut cukup besar, dan produksi kakao Pesawaran termasuk yang terbesar di Indonesia dan menjadi yang tertinggi di Lampung, khususnya di wilayah pesisir.

Tanggapan tambahan dikatakan oleh Pelaksana Harian Kepala OJK Provinsi Lampung Eti Eliati.

"Pesawaran memiliki luas lahan kakao sekitar 25.000 hektare dengan produksi sekitar 21.000 ton per tahun," ujar Eti Eliati.