"Pemerintah segera menghadirkan skema pinjaman tanpa bunga agar petani bisa memiliki alat mesin pertanian. Karena rasio lahan pertanian dengan kepemilikan alat mesin pertanian masih sangat kecil," katanya.

Menurut dia, selain untuk pembiayaan alat mesin pertanian adanya skema pinjaman tanpa bunga tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk membuat pabrik pakan ternak mini, rice miling unit mini, roaster kopi mini di desa-desa.

"Intinya kita ingin menumbuhkan desa, agar desa tidak hanya menjual komoditas dalam bentuk mentah tapi dijual dalam bentuk produk turunan atau setengah jadi. Jadi dengan pinjaman tanpa bunga ini bisa membantu ekonomi desa bertumbuh," tambahnya.

Gubernur mengatakan, pertanian menjadi kekuatan utama perekonomian Lampung dimana dengan luas daratan sekitar 3,3 juta hektare, tercatat ada sekitar 1,7 juta hektare yang dimanfaatkan untuk pertanian dan perkebunan, sementara sekitar 1 juta hektare merupakan kawasan hutan.