Gubernur menyebut, sekitar 1,7 juta masyarakat Lampung bekerja sebagai petani dan pekebun sehingga kondisi tersebut menjadikan sektor pertanian sangat menentukan pergerakan ekonomi daerah.

Gubernur Mirza mengungkapkan, Lampung memiliki berbagai komoditas unggulan pangan, antara lain padi, jagung, ubi kayu, nanas, dan pisang. Produksi padi Lampung mencapai sekitar 3,2 juta ton, jagung sekitar 1,7 juta ton, sementara ubi kayu menempatkan Lampung sebagai daerah penghasil terbesar di Indonesia.

Namun besaran produksi pangan itu belum secara otomatis menjamin kesejahteraan petani, di mana selama ini, sebagian besar hasil pertanian masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, sehingga nilai tambah dan keuntungan lebih banyak dinikmati pada rantai pasok setelah petani.

Oleh karena itu, Gubernur mendorong petani untuk mengolah bahan pertanian itu menjadi produk yang mempunyai nilai tambah lebih baik dengan adanya pinjaman tanpa bunga untuk alat pengolahan hasil pertanian.