Ace Hasan mengatakan bahwa Indonesia bukan sekadar penerima dampak dari dinamika geopolitik global, melainkan pemain aktif yang keputusannya dirasakan oleh dunia.

Di hadapan seribuan mahasiswa kampus “Jantong Hatee” rakyat Aceh, ia menegaskan generasi muda adalah bagian utuh dari ekosistem geopolitik. Dimana setiap aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari pendidikan, budaya, ekonomi digital, hingga keamanan siber, terhubung langsung dengan kekuatan global.

Universitas Syiah Kuala mempunyai tanggung jawab penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas, berjiwa kebangsaan, dan mampu menghasilkan dampak nyata bagi kemajuan Indonesia.

Ia mengatakan Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen, tetapi perlu menciptakan, mengembangkan, menguasai, dan mengamankan teknologi strategis sendiri, seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), data, semikonduktor, hingga computing.

Karena itu, dalam memanfaatkan bonus demografi, perguruan tinggi harus mampu mendidik generasi muda yang produktif, inovatif, adaptif dan kompetitif agar siap dalam memperkuat ketahanan bangsa.

“Jadikan USK sebagai rumah pembentuk karakter bangsa berlandaskan empat konsensus dasar bangsa untuk mencetak pemimpin nasional dalam mewujudkan Indonesia emas 2045,” katanya.