Menurut Susanto, jumlah rombongan yang cukup besar membuat pengemudi ojek Pinogu tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan transportasi. Pengemudi yang biasa melayani jalur menuju lokasi tambang rakyat kemudian turut dilibatkan untuk mengangkut rombongan.
“Ojek Pinogu saja tidak cukup, terpaksa saya panggil ojek tambang. Kalau ke tambang tarifnya hanya Rp200 ribu,” imbuhnya.
Perputaran uang tersebut menunjukkan bahwa akses menuju Pinogu tidak hanya berkaitan dengan persoalan konektivitas wilayah, tetapi juga menciptakan ruang ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari jasa transportasi.
Bagi masyarakat setempat, ojek menjadi moda transportasi penting untuk keluar-masuk Pinogu. Jalurnya melewati kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) dengan kondisi jalan yang terjal, berbatu, serta membutuhkan kemampuan berkendara khusus.