Selain penanganan kantor pemerintahan, Pemkab Solok memfungsikan Rumah Dinas Wakil Bupati Solok sebagai tempat pengungsian sementara bagi sekitar 50 warga yang kehilangan tempat tinggal.

Berdasarkan data sementara, bencana ini berdampak pada 100 hingga 150 unit rumah warga dengan total masyarakat terdampak diperkirakan mencapai 300 jiwa.

Mahyeldi menegaskan pada masa tanggap darurat ini prioritas utama difokuskan pada keselamatan warga terdampak serta pemulihan sarana dan prasarana vital mendesak dengan mengoptimalkan penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

Adapun akses jalan nasional dan jalan provinsi yang sempat tertutup kini telah dipulihkan dan dapat dilalui kendaraan secara bertahap.