Ia mengungkapkan proyek yang ditargetkan tuntas sepenuhnya pada Desember 2026 tersebut dirancang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru bagi Pemprov Bali.

Selain menyumbang PAD, kehadiran kawasan wisata ini diyakini mampu memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah sekitar, khususnya Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Tabanan.

Langkah itu juga menjadi bagian dari strategi Pemprov Bali untuk pemerataan dan penyeimbangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan.

Mengenai efisiensi anggaran, Gubernur Koster memaparkan alokasi belanja modal dalam Rancangan APBD (RAPBD) Bali 2027 memang mengalami penurunan drastis.

Itu dikarenakan sejumlah proyek infrastruktur strategis sudah mendekati tuntas di tahun 2026, termasuk Turyapada Tower yang sebelumnya dianggarkan di tahun 2026 dan selesai sedikit lagi.