NADIKABAR.COM — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman turut mengambil langkah cepat untuk mengurangi peningkatan mobilitas masyarakat imbas antrean bahan bakar minyak (BBM). Siswa SMA/SMK sederajat dialihkan melakukan pembelajaran daring atau online.

Kebijakan pembelajaran daring itu diterapkan untuk satu pekan ke depan. Kebijakan tersebut untuk menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar di tengah kondisi distribusi BBM dan LPG 3 Kg yang masih menjadi perhatian, khususnya di sejumlah wilayah Sulsel.

Andi Sudirman mengatakan, pembelajaran daring selama sepekan diharapkan dapat menjadi solusi sementara dalam mengurangi intensitas mobilitas masyarakat. Kegiatan pendidikan tetap berjalan secara daring dan akan dievaluasi setelah pemberlakuan dalam sepekan ke depan.

"Kita mengambil langkah pembelajaran daring selama satu minggu. Pembelajaran tetap berlangsung hanya tidak tatap muka langsung. Ini sifatnya sementara, karena kita melihat kondisi di lapangan dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat," kata Andi Sudirman kepada wartawan, Jumat (11/9/2026).