Sementara terkait penerapan kebijakan ganjil-genap dan pembelajaran daring, Andi Sudirman menegaskan kebijakan tersebut bersifat sementara dan diberlakukan sebagai langkah untuk mengurai antrean BBM.
"Kebijakan ini kita ambil karena terjadinya antrean yang panjang. Ini bukan kebijakan permanen. Itu tidak lain dilakukan untuk mengurai antrean supaya tetap dapat semua," tegasnya.
Dia mengatakan, kebijakan tersebut akan dicabut secara bertahap setelah kondisi pasokan BBM kembali siap dan antrean dapat dikendalikan. Andi Sudirman berharap situasi bisa kembali normal.
"Ini hanya sementara. Kalau Pertamina sudah siap, kita akan cabut satu per satu. Mulai dari pembelajaran daring ke langsung, termasuk ganjil-genap," pungkasnya.