NADIKABAR.COM — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru akan mengatur sistem kerja bergiliran (shift) bagi personel pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) guna menjaga kondisi fisik petugas yang menangani kebakaran di wilayah tersebut, terutama Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Gubernur Sumsel Herman Deru di Palembang, Jumat, mengatakan pembagian kerja menjadi dua hingga tiga shift diperlukan, karena area pemadaman di OKI sangat luas hingga puluhan ribu hektare, sehingga petugas tidak dapat bekerja selama 24 jam tanpa pergantian.

“Alhamdulillah, kita tidak ada hambatan pendanaan dan spirit. Tapi, ini harus diatur konkret bergantian, dibagi dua atau tiga shift, karena tidak mungkin 24 jam satu personel,” katanya.

Menurutnya, pengaturan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stamina personel agar penanganan karhutla dapat berlangsung optimal di tengah luasnya area yang harus dipadamkan.

Selain memperkuat upaya pemadaman, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Forkopimda juga berkomitmen menegakkan hukum secara tegas dan adil terhadap pelaku pembakaran lahan.

Kepolisian juga menyiapkan dukungan sarana dan prasarana serta penambahan personel pemadam darat, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Menurut dia, penambahan personel tersebut telah mendapat persetujuan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk mendukung pemadaman di kawasan suaka margasatwa.

“Polri boleh mengadakan penebalan di suaka margasatwa. Yang penting balai menunjukkan titik yang perlu dipadamkan karena luasnya puluhan ribu hektare,” katanya.

Dukungan penanganan karhutla juga melibatkan personel TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Selain penambahan personel, Sumsel juga memperoleh bantuan 15 unit mobil pemadam kebakaran baru dari Kementerian Pertahanan yang direalisasikan pada pekan ini.

Deru meminta penempatan armada tambahan dan personel difokuskan pada wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi serta cakupan kebakaran yang luas, terutama Kabupaten OKI.

“Saya sudah minta untuk fokus ke daerah-daerah yang memang sangat rawan dan luas seperti OKI,” ujarnya.

Upaya penanganan karhutla juga diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang berada di bawah kendali Komandan Korem dan Komandan Lanud. Operasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung penanganan kebakaran dan mengurangi dampak kabut asap di Sumatera Selatan.

“OMC itu bisa berbentuk hujan buatan, memindahkan hujan, dan juga bisa dry ice,” kata Deru.