"Yang membuat kami cukup terkejut adalah transaksi di sektor beras dan industri hilirnya, mulai dari daging ayam hingga telur, terjadi peningkatan yang sangat signifikan,” ujarnya.

Dia juga melakukan penelusuran untuk mengetahui perubahan pola perdagangan dan hasilnya sejumlah pelaku usaha di Sumatera Utara mulai memilih produk Jawa Timur guna memenuhi kebutuhan pasar.

Hal tersebut menunjukkan peluang perdagangan antardaerah terus berkembang dan perlu diikuti dengan pemetaan kebutuhan pasar serta penguatan hubungan bisnis antara pelaku usaha.

"Dari total transaksi tercatat, sektor perunggasan, daging, dan telur menyumbang nilai sekitar Rp1,5 triliun. Data transaksi tersebut akan dikelola Dinas Perindustrian dan Perdagangan masing-masing provinsi," tutur Khofifah.