Stigma sosial dan rasa malu terkait trikotilomania serta trikofagia, yakni kebiasaan memakan rambut, juga dapat mendorong seseorang menyembunyikan perilaku tersebut. Kondisi itu membuat dokter tidak selalu menemukan tanda yang terlihat dari kebiasaan mencabut rambut.
"Mengingat trichobezoar berpotensi menyebabkan kondisi yang sangat berbahaya dan terkadang bahkan dapat berakibat fatal, penting untuk tidak mengabaikan kemungkinan diagnosis ini pada remaja perempuan yang mengalami mual, muntah, atau nyeri perut, meskipun tidak terdapat kerontokan rambut yang terlihat maupun gangguan kejiwaan yang menyertai," ungkap dokter dalam laporannya.
Setelah menjalani operasi, pasien mendapat sertraline, obat yang digunakan untuk menangani kecemasan, depresi, dan gangguan obsesif-kompulsif (OCD).
Dokter juga merujuk pasien untuk menjalani terapi perilaku kognitif (CBT) sebelum mengizinkannya pulang dari rumah sakit.
Baca berita selengkapnya di NadiKabar.