"Kaget juga sih kalau datanya dipakai. Tapi ya nggak bisa dijelasin," ungkapnya.

Guntur diketahui berangkat dari Solo pada Kamis (10/9). Ia kemudian menuju Surabaya untuk menaiki kapal menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9) malam.

"Komunikasi terakhir tanggal 10 belum berada di kapal. Dua hari sebelum naik kapal kayaknya. Ya kita teleponan biasa istilahnya tanya kabar gitu," ucapnya.

Di lokasi yang sama, kakak Guruh, Pandu Priambodo, menambahkan sebelum kapal mengalami musibah, adiknya Guntur masih sempat berkomunikasi dengan ibunya. Saat itu, Guntur menghubungi sang ibu ketika mendapat sinyal di kapal.

"Komunikasi terakhir itu sama Ibu. Itu terakhir kalau mau nyampe Banjarmasin mau dikirimin uangnya. Itu sudah dapat sinyal dia itu. Posisi Sabtu malam," ujar Pandu.