Selain gempa letusan atau erupsi, alat pemantau juga mencatat sejumlah aktivitas kegempaan lain di Gunung Anak Krakatau.

Berdasarkan pengamatan kegempaan, Gunung Anak Krakatau mengalami satu kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 51 milimeter dan durasi 28 detik.

Gunung Anak Krakatau juga mengalami satu kali gempa low frequency dengan amplitudo 16 milimeter dan durasi enam detik.

Selanjutnya, alat pemantau mencatat satu kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 26 milimeter. S-P atau rekaman gelombang S dan P tidak teramati. Gempa tersebut berlangsung selama empat detik.