"Iya, gemuruh. Jadi mereka merasakan kengerian itu aja, yang dirasakan teman-teman kemarin tuh. Saya meminta untuk tim yang melakukan patroli senantiasa berhati-hati, kalau memang dirasakan perkembangannya semakin intens, ya, merapat ke pos-pos, untuk berjaga-jaga," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno menjelaskan erupsi yang terjadi kemarin tidak terdeteksi dalam pengamatan.
"Mungkin (erupsi), karena di kami alat kami tidak terdeteksi. Bahkan di alat pengamatan di Pulau Sebesi pun tak teramati," imbuhnya.